Cara Menghitung Denda Telat Bayar Pajak Motor

Pajak merupakan salah satu kewajiban kita sebagai warga negara yang baik untuk membayar keapda pemerintah karena kita memiliki kendaraan.

Pajak ini diwajibkan bagi individu yang menggunkan fasilitas pemerintah.

Contohnya sepeda motor karena sepeda motor menggunakan jalan raya yang dibangun pemerintah.

Dengan kita taat membayar pajak, maka pemerintah akan membangun sarana dan prasaran guna ntuk meningkatkan kemajuan negara.

Seperti yang sudah kita semua ketahui bahwa yang namanya sepeda motor merupakan sarana transportasi yang paling banyak dimiliki oleh masyarakat Indonesia khususnya.

Sepeda motor memiliki bentuk yang tidak terlalu besar dan juga memiliki harga yang cukup terjangkau.

Motor banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari misalnya ketika hendak bekerja, berangkat sekolah dan masih banyak hal yang lainnya.

Baca Juga : Cara Menghitung CC Sepeda Motor Bore Up & Stroke Up

Cara mengetahui pajak motor Kendaraan kita seperti sepeda motor setelah dipakai setahunan.

Maka kita memiliki kewajiban rutin yang harus dilaksanakan, yaitu membayar pajak kendaraan bermotor atau memperpanjang STNK (Surat Tanda Naik Kendaraan).

Hal ini sangatlah wajar dan wajib dilakukan bagi anda selaku pemilik kendaraan bermotor tersebut agar sepeda motor yang dimiliki dikatakan resmi dan ketika sedang berada dijalanan bisa lolos dari razia atau pemeriksaan dan agar tidak terkena tilang.

Masyarakat Indonesia merupakan warga negara yang baik karena selalu tepat waktu dalam membayarkan pajaknya.

Namun, masih ada saja yang belum bisa membayar pajak motor sesuai dengan tanggal yang sudah ditetapkan pada STNK.

Biasanya hal ini terjadi karena pemilik dari kendaraan tersebut tidak memiliki waktu yang cukup karena dibuat sibuk dengan pekerjaannya atau malah belum ada dana untuk membayarkan pajak tersebut.

Jika pembayaran pajak sampai telat, tentunya akan dikenakan denda.

Dari hal sperti ini lah ternyata banyak sekali masyarakat yang tidak tahu bagaimana cara menghitung denda dari keterlambatan pajak motor tersebut.

Baca Juga : Cara Melakukan Cek Fisik Kendaraan

Jika anda telat membayar pajak kendaraan bermotor, akan mengakibatkan anda untuk mengeluarkan biaya lebih dari biaya yang seharusnya dibayarkan sesuai dengan pajak motor karena anda harus membayar dendanya juga.

Untuk besarnya denda itu tergantung dari motor yang dimiliki.

Karena setiap motor memiliki jumlah pajak yang berbeda dengan begitu dendanya pun berbeda juga.

Cara mengetahui pajak motor Sebaiknya pembayaran pajak harus dibayarkan tepat waktu

Karena biaya dari denda telat bayar pajak itu bisa dibilang kurang menguntungkan bagi pemilik kendaraan.

Bagi anda pemilik kendaraan bermotor yang belum mengetahui ketentuan yang diberikan kepada mereka yang telat membayar pajak atau membayar dendanya adalah jika telat 1 -2 hari telat denda yang dibayarkan itu sama saja dengan 1 bulan.

Telat 1 minggu pun denda yang harus dibayar sama dengan telat 1 bulan.

Lalu jika motor anda telatnya 1 bulan 1 hari maka dihitungnya telat 2 bulan.

Bagaimana sangat merugikan bukan? Maka sangat disarankan anda sebaiknya berusaha untuk membayarnya tepat pada waktu yang sudah ditentukan.

Apabila anda telat bayar pajak sampai 1 tahunanmaka poerhitungan dendanya adalah dengan mengalikan dendanya sebanyak 12 kali / 12 bulan.

Begitu juga jika anda ingin menghitung denda jika telat bayar pajak motor motor 2 tahun, 3 tahun, 5 tahun dan selebihnya.

Untuk lebih jelasnya silakan simak penjelasan dibawah ini :

Cara Mengetahui Pajak Motor & Menghitung Denda Telat Bayar Pajak Motor

Jika anda akan membayar pajak motor tersebut dengan tepat waktu, maka perhitungannya adalah “PKB ( Pajak Kendaraan Bermotor ) + SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan)”.

Menghitung Denda Telat Bayar Pajak Motor

Contohnya Jika motor milik anda Honda Vario 110 keluaran tahun 2011.

Contoh jumlah pajak yang harus dibayar

Pada STNK sudah tertera PKB sebesar Rp. 183.000 dan SWDKLLJ sebesar Rp. 35.000. Jadi pajak motor yang harus dibayar oleh anda adalah Rp. 215.000.

Jika anda membayarnya tepat waktu, maka tidak ada dendanya.

Namun jika anda telat membayarnya, maka harus ditambah dengan dendanya yang didapat dari Denda PKB + Denda SWDKLLJ.

Rumus Denda PKB :

  • Terlambat 1 bulan : PKB x 25% x 1/12
  • Terlambat 2 bulan : PKB x 25% x 2/12
  • Terlambat 3 bulan : PKB x 25% x 3/12
  • Terlambat 6 bulan : PKB x 25% x 6/12
  • Terlambat 1 tahun : PKB x 25% x 12/12

Contoh Denda PKB 1 tahun  = 183.000 x 25% x 12/12

                                                    = 45.750

Denda SWDKLLJ = Rp. 32.000 ( roda dua )

Denda Keseluruhan = Denda PKB + Denda SWDKLLJ

                                      = 45.750 + 32.000

                                      = 77.750

Dalam hal ini denda pajak STNK motor telat 1 tahun Honda Vario 110 tahun 2011 adalah sebesar Rp. 77.750

Biaya Bayar Pajak Motor Keseluruhan Jadinya :

= Biaya PKB + SWDKLLJ + Denda Keseluruhan

= 183.000 + 35.000 + 77.750

= 295.750

Jadi biaya yang harus anda bayarkan setelah telat 1 tahun adalah Rp. 295.750.

Demikianlah kurang lebih contoh dari perhitungan denda pajak motor jika anda telat membayar pajak tersebut.

Misalkan anda mau menghitung denda 2 bulan kelipatannya, atau mungkin 2 tahun & kelipatannya tinggal sesuaikan saja dengan rumus Denda PKB nya saja.

Semoga penjelasan mnegenai Cara Menghitung Denda Telat Bayar Pajak Motor diatas dapat bermanfaat untuk anda semua.

Dan pastinya bisa berguna bagi anda yang mungkin telat dalam membayar pajak motor. Terimakasih dan juga jangan lupa untuk terus baca artikel menarik lainnya.

Yakin Nggak Mau Komen ?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.