Cara Mudah Menghitung CC Motor 2 dan 4 Tak

Cara Menghitung Cc Motor – Apa itu CC motor? Anda mungkin seringkali mendapati harga dari sebuah motor biasanya mengikuti dari besaran CC motor itu sendiri. Misalnya saja yamaha mio dengan 113 CC, Satria FU 150 CC, Jupiter 110 CC, dan misalnya RX King 2 Tak 135 CC.

Semua motor diatas memiliki harga yang berbeda beda. (Baca juga Sejarah Sepeda Motor)

Sepeda motor menggunakan sebuah mesin penggerak untuk menjadi sumber tenaganya. Dalam mesin itu ada satuan kapasitas yang disebut CC adalah kependekan dari “centimeter cubic”  yang merupakan volume dari silinder.

Semakin besar volume silinder semakin besar juga tenaga kuda atau horse power yang dihasilkan.

Namun bukan berarti CC lebih besar larinya sudah pasti lebih cepat. Mari kita lihat mobil truk yang memiliki CC ribuan tapi tidak bisa lari secepat motor bebek yang hanya ratusan CC. Namun truk sudah pasti mampu membawa beban yang lebih berat dibandingkan motor.

Baca Juga : Cara Mengetahui & Melacak Pemilik Kendaraan dari Plat Nomor

Namun CC bawaan pabrik tersebut nantinya bisa kita naikan alias bore up. Entah sengaja untuk di boreup atau karena terjadi kerusakan pada cylinder head yang memaksa kita untuk sekalian diperbesar headnya atau korter atau reamer, banyak sekali sebutannya.

Nah setelah di bore up ini tentu kita harus melakukan perhitungan ulang. Bisa untuk menghitung besaran konsumsi bensin dan kenaikan tenaga setelah di reamer.

Lalu bagaimana cara menghitung CC motor yang benar? Berikut ini caranya.

Cara Mudah Menghitung CC Motor 2 dan 4 Tak

cara menghitung cc mesin motor
cara menghitung cc mesin motor

Untuk mengetahui CC motor kita bisa menggunakan sebuah rumus. Berikut ini rumusnya.

= ∏/4 x ( D x D ) x L

= 3,14/4 x ( D x D ) x L

= 0,785 x ( D x D ) x L

Keterangan rumus:

∏ =  Rumus Absolute Lingkaran

D = Diameter Bore  / Piston

L = Panjang Langkah /  Stroke

Penerapan rumus diatas untuk bore up dan stroke tentu berbeda cara. Lantas apa itu bore up dan stroke up. Penjelasan sederhananya begini. Bore up itu membesarkan ukuran diameter piston. Sedangkan stroke up itu memanjangkan langkah naik turun nya piston.

Piston Motor

Bore UP

Kita ambil contoh pada motor Honda Vario yang memiliki 125 CC. Ukuran Bore 52.4 mm dan stroke 57.9 mm. Jika dilakukan bore up  menjadi 58mm maka cara menghitung CC setelah di bore up adalah:

= 0,785 x ( 58 mm x 58 mm ) x 57,9 mm
= 152898,8

152898,8 dibagi 1000 menjadi 152,8 cc.

Stroke UP

Agar lebih mudah dipahami kita menggunakan contoh motor yang sama dengan contoh diatas yakni Honda Vario juga.

Dengan spesifikasi bore dan stroke 52.4mm x 57.9mm. Jika diperbesar stroke nya menjadi 60.9mm maka demikian cara menghitungnya:

= 0,785 x ( 52,4 mm x 52,4 mm ) x 60,9 mm
= 131265,17

131265,17 dibagi 1000 hasilnya 131,2 cc.

Setelah berhasil melakukan bore up maupun stroke up. Hal yang harus anda lakukan adalah melakukan perawatan agar mesin anda lebih awet mengingat mesin sudah tidak standar lagi. Berikut ini beberapa ceklis yang harus anda perhatikan.

Ganti Oli Rutin

Dengan kondisi mesin tidak standar lagi alias meningkat, maka tentu saja jika konsumsi oli untuk melumasi mesin menjadi lebih banyak dari sebelumnya. Jadi rutin lah mengganti oli atau cek manual ketinggian oli dari mesin. Baca Tips Memilih Oli Motor.

Bijak Dalam Menarik Gas

Ketika mesin sudah tidak standar tentu ketahanan mesin yang sudah didesain oleh insinyur mesin juga tidak didesain untuk kapasitas yang baru. Jadi berhati hati ketika melakukan hentakan gas karena bisa berakibat fatal.

Sekian informasi mengenai cara menghitung cc motor semoga bisa bermanfaat.

Categories Bengkel

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.