Cara Setting Pengapian Motor Standar Ala Motor Balap

Setting Pengapian Motor Ala Balap Banyak sekali orang yang membicaran setingan karburator, ukuran pilot jet – main jet.

Namun, perlu dikeyahiu juga bahwa seting titik pengapian secara tepat pada Programmable CDI sama pentingnya untuk mendapatkan performa mesin motor yang handal, memeiliki akselerasi positif serta irit BBM.

Disaat busi memercikan api serta ledakan terjadi sangat cepat, yaitu sekitar 0,002 detik dan ledakan harus terjadi seta mendekati tekanan piston melewati TMA, sehingga dapat mendorong keras piston menuju bawah linier slinder,

Pada saat busi memercikkan api sehingga terjadi ledakan yang sangat cepat, yaitu sekitar 0,002 detik.

Ledakan tersebut harus terjadi mendekati puncak tekanan piston melewati TMA. Sehingga akan mampu mendorong keras piston kebawah liner silinder.

Apabila pengapian terlalu awal, maka piston tersebut seolah-olah direm saat bergerak keatas.

Sebaliknya jika terlalu lambat, maka piston akan bergerak turun dan mengurangi hentakan yang dihasilkan.

Namun, lebih lambat lebih baik daripada engapian yang terlalu cepat atau terlalu tinggi, karena bisa menimbulkan detonasi dan kehancuran pada mesin.

Seiring dengan putaran mesin yang semakin tinggi, maka gerak piston akan semakin cepat pula. Karena hal inilah kita harus meletakkan titik nyala busi sebelum TMA.

Titik pengapian juga dapat berubah-ubah tidak terkunci secara tetap seperti halnya CDI standar, diaharapkan akan mampu mencegah kehilangan tenaga yang akibatkan oleh ledakan yang terjadi, namun piston sudah bergerak turun jauh.

Oleh karena itu, memajukan titik pengapian juga sangat diperlukan.

Kemudian dari bahan-bakar yang digunakan. Jika oktan bahan-bakar yang digunakan semakin tinggi, berarti semakin dingin dan lambat terbakar.

Hal seperti ini juga berlaku pada karburator dengan setingan kering, mesin dengan kecepatan pembakaran yang lambat, juga membutuhkan titik pengapian advance.

Setting Pengapian Motor Standar Ala Motor Balap

Untuk detail mesin modifikasi balap, ada faktor – faktor penting yang mempengaruhi titik ledak pengapian tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Desain dan ukuran kubah ruang bakar
  2. Durasi noken as
  3. Posisi letak busi di kubah
  4. Kadar kalori bahan bakar
  5. Emisi gas buang
  6. Suhu udara di intake
  7. Titik ledak aman sebelum terjadinya detonasi

Emisi Gas Buang dipengaruhi Bahan Bakar

Emisi gas buang memang akan sangat dipengaruhi oleh pengapian yang terjadi, dengan meningkatkan timing pengapian dapat dipadukan dengan settingan karburator kering.

Maka akan bisa mengurangi konsumsi bahan bakar secar spesific, tanpa mengurangi responsifitas mesin tersebut.

cdi motor

Sedangkan setting pada dynotest akan memberikan penglihatan bagaimana titik pengapian tersebut mempengaruhi emisi, tenaga dan komsumsi bahan bakarnya.

Mengatur saat Starter & Stasioner

Mesin yang memiliki kapasitas kecil dan putaran mesin cepat biasanya akan membutuhkan pengapian yang lebih tinggi, sekitar 20 derajat.

Sedangkan mesin bore up dengan kompresi tinggi mungkin hanya membutuhkan 10 derajat di rpm 1500.

Mesin yang memiliki kompresi dibawah 10:1, maka kompresi rasio juga akan sangat berpengaruh.

Biasanya tidak akan nedang balik di selah meskipun pengapiannya 20 derajat. sementara mesin yang memiliki kompresi hingga 11 bisa memakai 15 derajat.

Mesin semi dengan kompresi hingga 12:1 berada di kisaran 12 derajat, sedang mesin balap dengan kompresi 13 bisa menggunakan dibawah 10 derajat.

Timing yang semakin tinggi hingga di rpm 4,000 bisa dipatok sampai 32 derajat.

posisi TMA

Semakin tinggi timing pengapiannya, maka mesin akan lebih banyak memproduksi torsi, dan hasilnya kan meningkatkan kecepatan mesin.

Timing pengapian maju juga akan memproduksi stasioner yang stabil dan juga lembut.

Berakselerasi / Mesin Balap

Keluaran torsi yang ada di tabel dynotest keika motor kita gas pol, menentukan titik pengapian yang akan kita perbaiki.

Timing pengapian tertinggi biasanya akan diposisikan pada puncak torsi.

Mesin yang sudah dimodifikasi penuh (balap) biasanya akan mengalami peningkatan kompresi yang tinggi, noken as juga berdurasi besar.

Setting karburator basah seringkali menggunakan puncak pengapian di 28-36 derajat.

Berakselerasi / Mesin Balap

Mesin balap memang akan mengeluarkan tenaga yang besar pada maksimum ignition advance sebelum terjadi detonasi.

Untuk cara menentukannya, patoklah di 32 derajat misal di 9.000 rpm, coba di runing, kemudian tambahkan 1 derajat, coba lagi terus sampai tidak terasa peningkatan tenaga.

Jika sudah tidak ada lagi peningkatan tenaga yang signifikan maka kembalikan kembali pada titik pengapian 1 langkah sebelumnya.

Atau bisa melalui dynotest untuk hasil yang lebih persisi. Jika tidak terlihat lagi adanya penambahan tenaga, maka sudah tidak perlu lagi pemajuan pengapian.

Titik pengapian yang optimal adalah yang tidak menimbulakan destonasi pada mesin, serta temperatur gas buangnya rendah dan akan menghasilkan torsi yang besar.

Artikel Lainnya :

Demikainlah penjelsan mengenai Cara Setting Pengapian standar ala motor balap.

Semoga penjelasan diatas dapat bermanfaat dan juga  menambah wawasan anda dalam dunia otomotif. Terimakasih telah berkunjung.

Yakin Nggak Mau Komen ?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.